Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Update Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu: Ada 6 Desa yang Terisolir dan 4 Korban Meninggal

Editor
Update Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu: Ada 6 Desa yang Terisolir dan 4 Korban Meninggal
Proses evakuasi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

LUWU – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu menyisahkan duka tersendiri.

Pasalnya, pasca bencana yang terjadi kemarin sore, Minggu (03/10/2021) ini, setidaknya ada 6 Desa yang terisolir.

Keenam desa yang terisolir tersebut akibat terjadinya longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Rachman kepada palopomedia.com mengungkapkan bahwa berdasarkan data terakhir, ada setidaknya 6 desa yang terdampak tanah longsor dan 11 desa yang terdampak banjir.

“Keenam desa yang terisolir karena tanah longsor yaitu Desa Ilan Batu, Desa Ilan Batu Uru, Desa Lempe, Desa Lempe pasang, Desa Lewandi dan Desa Lamasi Hulu,” ucapnya.

Dari keenam desa itu, setidaknya ada sekitar 12ribu jiwa lebih yang terisolir.

Informasi terakhir yang diterima palopomedia.com, akibat tanah longsor tersebut, ada 4 nyawa yang melayang.

Keempatnya bernama Imam (8), Taufan (12), Ammang (17) dan Furqan (6).

Keempat korban tersebut merupakan satu keluarga yang merupakan anak dari Kepala Desa (Kades) Ilanbatu yang rumahnya dilaporkan tertimbun material longsor.

Sementara itu, untuk desa yang terdampak banjir, menurut Kepala BPBD Luwu, ada sekitar 11 desa yang tersebar di 3 kecamatan.

“Untuk desa yang terdampak banjir yaitu Desa Sangtandung dan Desa Bolong di Kecamatan Walenrang Utara. Kemudian Desa Seriti, Desa Pelalan, Desa pompengan dan Desa Pompengan Timur di Kecamatan Lamasi Timur. Untuk di Kecamatan Walenrang Timur, Desa yang terdampak yaitu Desa kendekan, Desa Rante Damai, Desa Suka Damai, Desa Taba serta Desa seba-seba,” jelasnya.

Di Desa Sangtandung sendiri, setidaknya ada 27 jiwa yang harus mengungsi. Sementara di Desa Pelalan, 20 orang harus mendapat perawatan medis.

Hingga saat ini, BPBD TRC Kabupaten Luwu, TNI, POLRI, TAGANA DINSOS, SAR Maleo Luwu Timur, PSC 119 plp, PMI LUWU, Batara Guru rescue Lutim, HMPS HES IAIN Palopo, BEM Hukum Unanda, BASARNAS, PSC 119 LUWU, DAMKAR LUWU, BRIMOB BAEBUNTA, PMI LUTRA, PEMUDA PANCASILA LUWU, Pencinta alam se Luwu Raya dan masyarakat setempat masih terus melakukan assessment dan proses evakuasi. (eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten