Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Crime

Ramai Diperbincangkan!!! Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ditutup Oleh Pihak Kepolisian Luwu Timur? Ini Alasannya

Editor
Ramai Diperbincangkan!!! Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ditutup Oleh Pihak Kepolisian Luwu Timur? Ini Alasannya
Ilustrasi (Foto: pikiran-rakyat.com)

LUTIM – Sebuah kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Luwu Timur (Lutim) ramai diperbincangkan di beberapa akun media sosial sejak Rabu (06/10/2021) malam.

Hal itu setelah akun instagram @projectm_org mengunggah postingan berupa kronologi kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh ayahnya sendiri yang telah ditutup oleh pihak kepolisian.

Namun, tak berselang lama setelah unggahan tersebut terbit, humas Polres Luwu Timur melalui akun instagramnya @humasreslutim juga mengunggah story yang menyampaikan klarifikasinya.

Menurut pihak humas Polres Lutim, kasus tersebut pernah ditangani oleh Polres Lutim sejak tanggal 9 Oktober 2019 lalu.

“Laporan pengaduan dari R (ibu dari tiga anak yang diduga menjadi korban) dan yang terlapor S (mantan suami pelapor). Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan terlapor,” tulisnya.

Bahkan dari unggahan story itu juga dikatakan bahwa penyidik telah melakukan visum pertama terhadap ketiga anak yang diduga menjadi korban di Puskesmas Malili, kemudian visum kedua di RS Bhayangkara Makassar dengan didampingi oleh ibunya, terlapor serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pada tubuh 3 orang anak pelapor tersebut tidak ditemukan kelainan pada alat kelamin ataupun dubur/anus,” lanjutnya.

Tak hanya itu, hasil assesment P2TP2A Kabupaten Luwu Timur juga menjelaskan bahwa tidak ada tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya (red, terlapor).

“Karena setelah sang ayah datang ke kantor P2TP2A, ketiga anak menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” jelasnya melalui unggahan story instagram humas Polres Lutim.

Kemudian, polisi menghentikan penyelidikan berdasarkan hasil gelar perkara di Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan dengan alasan tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana cabul sebagaimana yang telah dilaporkan.

Screnshoot klarifikasi Polres Lutim (Foto: instagram @humasreslutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten