Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Crime

Polres Kampar Dinilai Semakin Ugal-Ugalan dalam Kasus yang Melibatkan Petani dan PTPN V

Editor
Polres Kampar Dinilai Semakin Ugal-Ugalan dalam Kasus yang Melibatkan Petani dan PTPN V
Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naiposos (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Palopo Media, Jakarta – Polres Kampar dinilai semakin ugal-ugalan dalam penanganan kasus yang melibatkan petani dan PTPN V.

Penilaian itu keluar dari kacamata Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naiposos.

Berdasarkan rilisnya, Selasa (11/01/2022), Bonar mengungkapkan bahwa saat ini, dua petani telah ditetapkan menjadi tersangka dan Ketua Koperasi Anthony Hamzah telah ditahan oleh Polres Kampar.

Hal ini katanya merupakan bentuk kriminalisasi terhadap para petani dan Ketua Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M), Kampar, Riau.

Baginya, sebanyak 997 petani yang berhimpun di Kopsa M, saat ini tengah memperjuangkan hak-haknya yang dirampas oleh PTPN V, PT. Langgam Harmuni, dan perusahaan swasta lainnya.

Bagi Bonar, selain tanah yang dikuasai tanpa hak oleh pihak swasta, ada dugaan penggelapan kredit pembangunan kebun oleh PTPN V, penyanderaan hasil kebun petani dan kriminalisasi.

“Dugaan permufakatan jahat aktor-aktor yang terganggu dengan kegigihan Ketua Koperasi membongkar mafia tanah perkebunan telah dimanfaatkan oleh korporasi di tengah lemahnya integritas dan profesionalitas penegak hukum,” katanya.

“Dengan memanfaatkan instrumen penegakan hukum, Kasat Reskrim Polres Kampar bebas mengorkestrasi pembungkaman dan kriminalisasi terhadap Ketua Koperasi,” tegasnya.

Hal ini kata Bonar, yang membuat Anthony Hamzah ditahan.

Padahal katanya, yang bersangkutan dalam status terlindung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI.

Baca Juga  Koalisi Mahasiswa Riau-Jakarta Desak Bongkar Tabir Mafia Tanah Dibalik Kasus Kopsa-M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten