Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Crime

Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan di Rumah Empang Luwu Timur, Ternyata Adik Kandung dari Korban

Editor
Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan di Rumah Empang Luwu Timur, Ternyata Adik Kandung dari Korban
Penangkapan pelaku percobaan pembunuhan di rumah empang (Foto: Dok. Humas Polres Lutim)

LUTIM – Seorang nelayan ditangkap oleh Personel unit Resmob Satreskrim Polres Luwu Timur, Jumat (03/09/2021).

Nelayan berinisial M (31) itu ditangkap karena melakukan percobaan pembunuhan di rumah empang, Desa Balantang Luwu Timur.

M ditangkap di rumah orang tuanya di Jalan Poros Lakawali-Malili, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Eli Kendek mengungkapkan bahwa M mencoba membunuh korban Salam (45) yang merupakan kakak kandungnya sendiri.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya yaitu satu bilah parang dan satu pasang pakaian baju dan celana.

“Pelaku dan barang bukti sudah di Kantor Polres Luwu Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Minggu (05/09/2021).

Kronologi Percobaan Pembunuhan di Rumah Empang

Ilustrasi (Foto: kabarsinjai.com)
Ilustrasi (Foto: kabarsinjai.com)

Iptu Eli juga menjelaskan bahwa saat itu pelaku hendak membunuh kakaknya sendiri dengan cara menggorok leher korban dengan menggunakan sebilah parang.

“Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung lari meninggalkan tempat dengan menggunakan perahu untuk pulang ke rumahnya,” ucapnya.

Belum diketahui motif dari pelaku sampai tega menggorok leher kakanya, namun ada dugaan korban mengidap penyakit gangguan kejiwaan.

“Terduga pelaku akan dilakukan pemeriksaan kepada ahli kejiwaan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan nasib naas yang menimpa seorang pria bernama Salam (45) warga Desa Balantang, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Salam nyaris kehilangan nyawanya setelah lehernya digorok oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (01/09/2021).

Menurut keterangan saksi, Salam awalnya turun dari perahu kayu dengan dengan kondisi leher dibalut kain yang sudah berlumuran darah.

“(Tolong) saya dibawa kerumah sakit karena ada orang gorok leher saya di rumah empang,” kata saksi Jumaise menirukan perkataan Salam. (**/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten