Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Nasional

Pasca Banjir yang Merendam Dua Kecamatan di Kabupaten Luwu, Ini Jumlah yang Terdampak dan Kebutuhan yang Diperlukan

Editor
Pasca Banjir yang Merendam Dua Kecamatan di Kabupaten Luwu, Ini Jumlah yang Terdampak dan Kebutuhan yang Diperlukan
Banjir yang merendam rumah warga (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

LUWU – Banjir yang melanda dua Kecamatan di Kabupaten Luwu, Rabu (22/09/2021) mengakibatkan ratusan Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita itu merendam 10 desa di Kecamatan Walenrang Utara dan beberapa desa di Kecamatan Lamasi.

Berdasarkan keterangan yang diterima palopomedia.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Jumat (24/09), 10 desa yang terdampak banjir di Kecamatan Walenrang yaitu Desa Salutubu, Desa Salulino, Desa Marabuana, Desa Pongko, Desa Siteba, Desa Bosso Timur, Desa Bolong, Desa Buntu Awo, Desa Limbong dan Kelurahan Bosso.

“Untuk desa yang terdampak di Kecamatan Lamasi saat ini masih dalam proses assessment,” tulis keterangan tersebut.

Jumlah KK yang Terdampak

Banjir yang merendam beberapa rumah warga di Kabupaten Luwu (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun di Desa Salutubu sendiri, terdapat 86 KK dan 1 Gereja yang terdampak.

Untuk Desa Salulino ada 48 KK terdampak, Desa Marabuana ada 1 gereja terdampak, Desa Pongko terdapat 103 bangunan warga yang terendam.

Sementara di Desa Siteba ada 4 rumah rusak berat dan 2 jembatan gantung yang putus.

Di Desa Bolong, 4 rumah rusak berat, 3 ekor sapi mati, 7 ha sawah terendam banjir, 12 KK terdampak, serta jalanan desa yang terputus akibat banjir sepanjang 80 meter.

Sementara untuk Desa Buntu Awo, Desa Limbong dan Kelurahan Bosso terdapat 2 rumah rusak berat, 62 KK terdampak dan 10 rumah rusak sedang.

Hingga saat ini, pengungsi yang berhasil diassessment berjumlah 30 jiwa.

Upaya yang Dilakukan dan Kebutuhan

Proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas gabungan (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Seluruh unsur-unsur yang terlibat baik dari BPBD TRC KAB.LUWU, TAGANA DINSOS, POLRI, TNI, PMI, Pecinta Alam Luwu Raya, Pemuda Pancasila, PSC 119, ACT, Aparat pemerintah & Masyarakat setempat, Basarnas serta Pramuka peduli terus melakukan assessment dan penyaluran logistik kepada masyarakat yang terdampak.

Beruntung, dalam banjir tersebut tidak memakan korban jiwa namun kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dari kesemua masyarakat yang terdampak, saat ini keperluan yang dibutuhkan yaitu logistik, air bersih serta pengalas tidur untuk sebagian pengungsi. (eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten