Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Sosial

Merayakan Maulid, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasannya

Merayakan Maulid, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasannya
Hukum Perayaan Maulid Nabi (Dok. Aswajamuda.com)

PALOPOMEDIA.COM – Memasuki bulan Rabiul Awal dalam kelender Hijriyah, umat Islam dihadapkan dengan salah satu peristiwa besar.

Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Sebagian besar muslim di Indonesia menggelar peringatan atau perayaan maulid.

Akan tetapi, sebagian yang lain tidak ikut merayakannya.

Perbedaan pendapat mengenai hukum menggelar peringatan maulid memang dijumpai hampir tiap tahun.

Akan tetapi, banyak kalangan yang belum tahu menahu letak atau dasar argumen dari pihak yang membolehkan dan melarang.

Salah satu lembaga yang membolehkan peringatan maulid adalah Dewan Fatwa Darul Al Ifta Mesir.

Para ulama yang tergabung di lembaga tersebut berdasar pada hadis Rasulullah yaitu, “Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga menjadikan diriku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR Bukhari).

Sementara itu, salah satu ulama yang tidak menganjurkan peringatan atau perayaan maulid adalah Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Beliau menjelaskan bahwa generasi terbaik adalah generasi khulafaur rasyidin, sahabat dan tabiin di abad awal Islam sesuai dengan hadis nabi.

Para generasi terbaik ini saja tak merayakan maulid, maka umat saat ini seharusnya mencontoh hal tesebut.

Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang lumrah.

Oleh sebab itu, sebagai umat Islam hendaklah kita saling menghargai dan menjaga sikap toleransi.(*/mat)

Baca Juga  Petani Kopsa M yang Dianggap Mendapat Kriminalisasi PTPN V dan Polres Kampar Dalam Status Perlindungan LPSK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan Konten