Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Bisnis

Masa Pandemi!!! Omset Penjual Somay di Palopo Turun Hingga 75%: Dari 20jt Menjadi 5jt Per Bulan

Editor
Masa Pandemi!!! Omset Penjual Somay di Palopo Turun Hingga 75%: Dari 20jt Menjadi 5jt Per Bulan
Daeng Ardi, Penjual Somay di wilayah Lapangan Pancasila Kota Palopo (Foto: palopomedia)

PALOPO – Pandemi Covid-19 dapat dikatakan telah mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan.

Tak terkecuali di bidang ekonomi. Banyak pelaku UMKM yang mengeluhkan turunnya pendapatan mereka akibat pandemi ini.

Seperti yang diungkapkan salah satu penjual somay di Kota Palopo bernama Daeng Ardi.

Menurutnya, sebelum ada pandemi, ia mampu menghabiskan tiga ekor ayam untuk membuat somay.

“Dulu sampai tiga ekor ayam bisa habis, tapi sekarang satu ekor saja susah mau habisnya,” ucapnya kepada palopomedia.com, Selasa (07/09/2021) di Lapangan Pancasila, Kota Palopo.

Hal itu tentu sangat mempengaruhi omsetnya.

Sebelum pandemi, Daeng Ardi mampu mendapatkan omset kurang lebih 20jt per bulan.

Namun disaat pandemi, omsetnya turun hingga 75%. Dengan hanya mendapatkan kurang lebih 5jt per bulannya.

“Yah yang dulunya bisa dapat Rp700 ribu per hari sekarang palingan cuman Rp100 ribu lebih,” tambah Daeng Ardi.

Terpaksa Berjualan Hingga Larut Malam

Daeng Ardi, Penjual Somay di wilayah Lapangan Pancasila Kota Palopo (Foto: palopomedia)

Daeng Ardi dimasa pandemi ini juga terpaksa harus berjualan hingga larut malam.

Hal itu menurutnya dilakukan untuk menghabiskan dagangan.

“Kalau dulu kan asal sudah Maghrib itu sudah habis dagangan, sekarang ini kita jualan saja sampai jam 12 malam belum tentu habis,” katanya.

Tak hanya itu, menurut Daeng Ardi, banyak suka duka yang ia alami saat menjual di tengah pandemi seperti ini.

Ia mengaku beberapa kali ditegur saat menjual karena dianggap mengganggu pemandangan.

Tak hanya itu, Daeng Ardi juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tersentuh oleh batuan selama pandemi.

“Sudah banyak kali di data tapi belum pernah dikasih bantuan. Habis di uang fotocopy berkas ji,” kesalnya.

Tak berhenti disitu, kepada palopomedia.com, Daeng Ardi juga menyesalkan tidak menyalanya lampu penerangan di Lapangan Pancasila, Kota Palopo.

“Kenapa lampu di panca tidak menyala Sedangkan di tempat lain dikasih nyala contoh binturu dan mesjid agung,” keluhnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten