Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Mahasiswa di Malang Coba Bunuh Diri, Permasalahan Keluarga, Asmara hingga Perkuliahan Jadi Pemicunya

Editor
Mahasiswa di Malang Coba Bunuh Diri, Permasalahan Keluarga, Asmara hingga Perkuliahan Jadi Pemicunya
Seorang pria diduga hendak bunuh diri (Foto: screenshot video instagram @infomalangan)

PALOPOMEDIA.COM – Setelah viralnya video seorang Mahasiswa berinisial MN (22) di Malang yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari Jembata, pihak kepolisian pun mengungkap sejumlah fakta yang menjadi pemicunya.

Plh. Kapolsekta Lowokwaru, AKP Sutomo membeberkan bahwa salah satu pemicunya adalah masalah perekonomian keluarga.

Hal itu lantas membuat MN harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya.

“Dia punya permasalahan, satu di antaranya, dia ada masalah perekonomian. Itu yang membebani dia,” ungkap Sutomo, dikutip dari kumparan.com

Selain itu, diketahui pula bahwa ibu dari MN baru saja meninggal dunia dan ayahnya telah menikah lagi menjalani hidup bersama keluarga barunya.

“Beberapa saat yang lalu, ibunya meninggal. Ini menambah tekanan batin bagi dia. Jadi dia tidak punya satu sosok yang bisa untuk berbagi cerita,” ujarnya.

Dijelaskan pula, bahwa MN juga kurang bisa mencari teman yang bisa diajak ngomong.

Tak hanya itu, MN juga terkendala pada hubungan asmaranya.

“Mohon maaf katakanlah pacar, dia merasa nggak mampu segalanya. Sehingga itu membuat dia semakin tertekan. Hingga ada upaya untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat di jembatan tadi,” tuturnya.

Bahkan, diketahui bahwa takut mengalami kegagalan dalam perkuliahan terutama dalam hal menyusun skripsi.

Hal itu lantaran dia tak memiliki perangkat laptop untuk menyusun skripsi.

“Dia punya pikiran begini, dia kan semester akhir, dia berpikiran harus punya laptop. Padahal tidak diharuskan oleh universitas tersebut harus punya. Tapi dia berpikiran kalau nggak punya laptop nanti nggak bisa menyelesaikan,” bebernya.

Saat ini, pihak kepolisian telah mendatangkan pihak kampus untuk mencari solusi.

Akhirnya dari pihak kampus membebaskan biaya SPP hingga akhir semester kepada MN.

“Kita juga memberikan dorongan supaya namanya hidup ini kan memang banyak tantangan, banyak permasalahan, sehingga harus bisa tegar menghadapi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten