Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Kontainer di Depo Pelabuhan Pantoloan Palu Diduga Berisi Batuan Tembaga, Bagaimana Pidananya?

Editor
Kontainer di Depo Pelabuhan Pantoloan Palu Diduga Berisi Batuan Tembaga, Bagaimana Pidananya?
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Palopo Media, Palu – Satu unit kontainer di Depo Pelabuhan Pantoloan Palu diduga berisi batuan tembaga yang terbungkus dalam karung.

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulteng Kombes Pol. Ilham Saparona menyatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini dengan berhati hati.

Hal itu dengan alasan, dalam perkara ini ada kaitannya dengan Investasi oleh Investor.

“Kita masih mendalami kasus ini, kita berhati hati dalam melakukan penyelidikan mengingat ada kaitanya dengan investasi, sementara Instruksi presiden adalah mengamankan Investasi,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto juga menyatakan bahwa dalam penyelidikan oleh Subdit IV/Tindak pidana tertentu (Tipidter) setidaknya Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi.

Lebih lanjut, Didik menjelaskan, adapun saksi yang telah dilakukan pemeriksaan adalah CJ atau Mr. C selaku investor PT. Wanhong, HDS selaku Dirut PT. Wanhong, XC selaku manager operasional PT. Wanhong.

Selanjutnya AY penanggung jawab Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) Sinar Sukdam yang bergerak dibidang penambangan material batuan tembaga di Kab. Gorontalo yang bertugas mengirimkan batuan tembaga dari Kab. Gorontalo ke Kota Palu.

Saksi lain yang diperiksa adalah sdr. A selaku Kades Oyom Kec. Lampasio Kab. Tolitoli, sdr. S selaku ketua Bumdes Oyom Kec. Lampasio Tolitoli dan sdr. H masyarakat penambang di desa Oyom.

“Bahwa batuan tembaga yang berada didalam kontainer di Depo Pelabuhan Pantoloan Palu merupakan batuan yang dikirim oleh sdr. AY dari Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) Sinar Sukdam Gorontalo bukan dari pertambangan rakyat di Desa Oyom Kec. Lampasio Tolitoli,” ungkapnya, Senin (24/01/2022).

Kata Didik, Mr. C tidak menerima bebatuan hasil tambang yang dikirim apabila tidak memiliki ijin sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga  Mesut Ozil Akan Perkuat RANS Cilegon FC di Liga 1 ? Ini Kata Media Asing

“Memang benar ada menerima sampel bebatuan tembaga dari masyarakat desa Oyom tetapi untuk dilakukan pengujian dan apabila kandungan tembaga memenuhi syarat yang ditentukan maka akan diberikan bantuan untuk pengurusan IPR,” tambah Kabidhumas.

Sehingga hasil penyelidikan disimpulkan bahwa dugaan pelanggaran Minerba sebagaimana UU No.3 tahun 2020 tentang perubahan UU No.4 tahun 2009 adalah tidak terpenuhi unsur pidananya.

“Hal itu dikarenakan material batuan tembaga didalam kontainer TEMAS dengan nomor segel Temas line 1922351 memiliki ijin berupa IPR dari Gorontalo,” pungkasnya.


Editor: Eko Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan Konten