Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Lifestyle

Kaum Rebahan Wajib Tahu! Islam Haramkan Rebahan? Simak Penjelasannya

Penulis
Kaum Rebahan Wajib Tahu! Islam Haramkan Rebahan? Simak Penjelasannya
Hukum Rebahan Dalam Islam (Foto: jagadiri.co.id)

PALOPOMEDIA.COM – Anak milenial diseluruh belahan dunia tak terkecuali di Kota Palopo tentu tak asing lagi dengan aktivitas rebahan.

Bahkan, generasi saat ini seringkali disebut juga kaum rebahan.

Hal ini dikarenakan sebagian besar waktu dihabiskan dengan rebahan sambil memainkan gadgetnya.

Dalam Islam sendiri rebahan pada dasarnya dihukumi mubah, karena termasuk aktivitas yang manusiawi.

Bahkan hukum rebahan bisa menjadi wajib apabila seseorang sangat kecapean yang bisa membuatnya mendapat mudharat (hal-hal negatif).

Seperti kelamaan berdiri, duduk atau bekerja sehingga tubuh memerlukan istirahat, maka aktivitas rebahan sangat dianjurkan untuk memulihkan kesehatan atau meregangkan otot.

Sebaliknya, aktivitas baring dengan tujuan bermalas-malasan dihukumi makruh hingga haram.

Allah SWT berfirman dalam QS. an-Nisa ayat 71-72:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kalian, dan majulah (ke medan perang) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! Dan sesungguhnya di antara kalian ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan perang). Maka jika kalian ditimpa musibah, ia berkata, ‘Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama-sama mereka.’”

Meski Ayat tersebut berbicara mengenai ketidakbolehan bermalas-malasan dalam urusan perang, namun dapat pula dipahami dalam makna yang luas.

Aktivitas bermalas-malasan dengan rebahan dapat membuat seseorang lalai terhadap tugas dan kewajibannya.

Selain itu, aktivitas yang berlebihan juga tidak disukai oleh Allah SWT.

Sebaliknya Islam memerintahkan agar umatnya bergerak aktif dan produktif baik dalam bermuamalah ataupun beribadah.

Hal tini sesuai dengan Firman-Nya dalam QS. Al-Insyirah Ayat 7

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (*/mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten