Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Jalur Alternatif di Desa Taba Alami Kemacetan, Baruga Sulsel Serukan Kapolres Luwu dan Kapolsek Walenrang Dicopot

Editor
Jalur Alternatif di Desa Taba Alami Kemacetan, Baruga Sulsel Serukan Kapolres Luwu dan Kapolsek Walenrang Dicopot
Kemacetan di jalur alternatif di Desa Taba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

LUWU – Banjir yang terjadi di seputar wilayah Jembatan Miring, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sabtu kemarin (30/10/2021) mengakibatkan kondisi jembatan menjadi retak dan tidak dapat dilalui.

Akibat dari keretakan jembatan, kendaraan kemudian diarahkan menuju jalur alternatif di Desa Taba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu.

Namun sejak pukul 15.00 WITA sampai 22.00 WITA kemarin (31/10), kemacetan parah terjadi di jalur tersebut.

Menurut warga, saat kemacetan terjadi, tidak terlihat sama sekali aparat kepolisian yang datang untuk mengatur lalu lintas di wilayah itu.

Salah seorang warga bernama Siswanto, yang juga terjebak kemacetan mengatakan, bahwa yang mengatur arus lalu lintas hanya warga dan sopir kendaraan yang melalui jalur tersebut.

“Tadi yang saya lihat cuma warga dan sopir mobil truk yang mengatur, beberapa sopir kendaraan juga tadi meninggalkan kendaraannya karena sudah capek menunggu berjam-jam kendaraan tidak bisa jalan,” ucap Siswanto

Kemacetan yang terjadi itu kemudian direspon oleh Barisan Muda Generasi Sulsel (Baruga Sulsel).

Asmarjayono selaku ketua Baruga (Barisan Muda Generasi) Sulsel menganggap ada pembiaran yang telah dilakukan Polres Luwu dan Polsek Walenrang.

“Dalam kemacetan ini tidak terlihat ada koordinasi antara Polres Luwu dan Polsek Walenrang, akibatnya kemacetan parah terjadi. Padahal ini cukup krusial, dikarenakan jembatan retak itu jalan Trans Sulawesi,” pungkas Asmarjayono

Karena kurangnya koordinasi, Baruga Sulsel menganggap Kapolres Luwu sudah tidak layak menduduki posisinya.

“Kalaupun kemacetan seperti ini tidak dapat diselesaikan Polres Luwu dan Polsek Walenrang, baiknya Kapolres Luwu dan Kapolsek Walenrang mundur dari jabatannya dan Kapolda Sulsel harus sesegera mungkin mencopot Kapolres Luwu dan Kapolsek Walenrang dari jabatannya, karena sudah gagal dalam menyelesaikan kemacetan yang menimbulkan kerugian cukup besar bagi masyarakat,” tutup Asmarjayono.

Baca Juga  LaNyalla Mattalitti Menilai Pengembangan UMKM Belum Maksimal

Laporan: Lexy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan Konten