Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Lifestyle

Islam dan ‘Ikut-Ikutan’ Trend, Selaraskah?

Islam dan ‘Ikut-Ikutan’ Trend, Selaraskah?
Ilustrasi trending topic (Foto: Socialpubli.com)

Palopo Media – Islam merupakan agama yang ‘lahir’ dari negara Arab yang kemudian tersebar luas ke berbagai penjuru dunia melalui dakwah.

Kehadiran Islam membawa pengaruh besar terhadap peradaban.

Sistem keyakinan masyarakat Arab yang awalnya berlandas pada politeisme (menganut banyak tuhan) mulai bergeser dengan keyakinan bahwa Allah swt adalah satu-satunya Tuhan.

Para ulama kemudian merumuskan bahwa ajaran Islam tidak terbatas pada beberapa aspek saja.

Akan tetapi agama ini mengatur segala urusan duniawi maupun ukhrawi.

Ajaran Islam juga selaras dengan perkembangan zaman dan teknologi serta tak tergerus oleh kondisi geografis.

Teknologi yang saat ini makin canggih memungkinkan seseorang melahap informasi dengan begitu cepat.

Tak hanya menangkap informasi, kini generasi milenial yang memiliki hobi scrolling video TikTok, Youtube maupun Rells Instagram kerap kali mengikuti suatu hal yang kekinian.

Hal tersebut lebih populer disebut ‘Trend’ atau ‘Viral’.

Demi mendapatkan ketenaran, millenials sering melakukan hal-hal yang bisa dianggap aneh bahkan menyimpang.

Islam sendiri tak melarang secara total terhadap hal ini.

Sebagai contoh, Islam yang baru lahir sejak kenabian Muhammad Saw tetap menggunakan sistem ke-Esaan Tuhan sebagaimana yang dianut oleh nabi-nabi sebelumnya (yang juga dianut oleh sebagian kecil penduduk Arab ketika Nabi Muhammad menyebarkan risalah).

Rasulullah Saw. pun tak mengharamkan gamis yang merupakan trend atau kebiasaan masyarakat Arab saat itu.

Artinya, selama hal itu tidak merusak atau melanggar batas-batas agama suatu trend sah-sah saja untuk dilakukan.

Sebaliknya, mengikuti hal-hal yang berbau negatif tak dibenarkan oleh agama.

Trend yang baru saja hangat diperbincangkan adalah video ‘Salam dari Binjai’.

Ratusan video bertebaran dengan konten yang serupa dan memperlihat perusakan ratusan pohon pisang.

Baca Juga  Lehernya Digorok Oleh OTK Saat Sedang Tidur di Rumah Empang, Pria di Lutim Nyaris Kehilangan Nyawa

Bahkan lebih parahnya di Lamongan, para remaja melakukan perusakan pohon pisang dengan jumlah yang banyak (kurang lebih 50 pohon).

Hal ini tentu menjadi sebuah pelajaran penting guna melakukan filterisasi terhadap konten yang sedang ramai diperbincangkan publik.(A. Rahmat Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan Konten