Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Nasional

Imparsial Minta Hentikan Kriminalisasi terhadap Petani Kopsa-M Kampar Riau

Editor
Imparsial Minta Hentikan Kriminalisasi terhadap Petani Kopsa-M Kampar Riau
Konferensi pers Imparsial (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

JAKARTA – Pada pertengahan bulan September 2021 Anthony Hamzah ketua organisasi petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Sawit-M (KOPSA M) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kampar Riau.

Penetepan tersangka ini berkaitan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh orang lain mengatasnamakan KOPSA-M.

Selain itu, Anthony Hamzah juga dikriminalisasi karena koperasi yang dipimpinnya menjual sawit milik koperasinya sendiri.

Kejadian ini dikecam oleh Gufron Mabruri Direktur Utama Imparsial melalui siaran persnya, Selasa (12/10/2021) di Jakarta.

“Kriminalisasi ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh petani-petani yang tergabung dalam KOPSA-M. Sebelumnya, ada 2 petani yang mengalami rekayasa kasus serupa dengan Anthony Hamzah. Kami mengecam dan meminta semua pihak aparat menghentikan tindakan ini,” kata Gufron.

Menurutnya, upaya kriminalisasi ini diduga kuat berkaitan dengan laporan petani-petani KOPSA-M di Bareskrim Mabes Polri, terkait tindak pidana penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perkebunan Nusatara V (PTPN V) dan perusahaan swasta PT Langgam Harmoni.

Berdasarkan informasi yang terima Imparsial, sengketa tanah bermula dari pada 2001, dimana para petani KOPSA-M melakukan kerja sama Kemitraan Inti Plasma.

Kerja sama itu berupa pengelolaan tanah untuk dijadikan perkebunan sawit dengan PTPN V seluas 4000 ha. Dikemudian hari ternyata usaha perkebunan ini gagal dan merugi.

“Ironisnya hutang sebesar Rp. 140 Milyar yang timbul akibat kerja sama itu kini ditagihkan kepada para petani KOPSA-M. Tidak hanya itu, di tengah penguasaan lahan oleh manajemen PTPN V, pada tahun 2007 diduga oknum pejabat PTPN V secara tidak sah dan melawan hukum menjual tanah milik petani-petani KOPSA-M yang dikelolanya seluas 400 ha kepada PT Langgam Harmoni,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten