Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Lifestyle

[HOROR] Teman Ku Boncengin Bayangan Putih Dari Jembatan

Editor
[HOROR] Teman Ku Boncengin Bayangan Putih Dari Jembatan
Ilustrasi (Foto: kaskus.co.id)

PALOPOMEDIA.COM – Kisah ini disadur dari cerita seorang Ojol di wilayah Panjaitan, Jakarta Timur bernama Randi yang dipublikasikan di chanel YouTube Kabut Keabadian.

Dingin dan kelamnya malam menyelimuti wilayah Jakarta Timur.

Disaat sebagian orang telah tertidur lelap, Randi masih terus berjuang di jalan untuk mengais rezeki sebagai ojol.

Kala itu, jam di tangan Randi menunjukkan pukul 22.00 malam.

Getaran hp di kantong Randi menjadi awal dari kisah mistis yang dialami Randi.

Orderan pun masuk dari applikasi ojol di hp Randi.

“Tapi waktu itu karena udah malam dan orderannya pengen diantar ke wilayah Halim (asrama tentara, red) jadi gak ada yang mau nerima,” katanya.

Tidak lama berselang, yang mengorder bersama suaminya kemudian mendatangi Andri yang saat itu berada di tongkrongan bersama teman-temannya.

“Suami istri itu datang dan meminta untuk diantar ke Halim dengan bayaran Rp50 ribu. Akhirnya saya dan teman kemudian memutuskan untuk mengantar mereka berdua,” lanjutnya menceritakan.

Perjalanan pun dimulai, menyusuri gelapnya malam yang dipenuhi dengan pepohonan yang besar.

Randi saat itu membonceng sang perempuan, sedangkan rekannya membonceng suaminya.

Tanpa disadari, Randi melewati sebuah jembatan besar yang sunyi. Jembatan itu memang banyak cerita mistisnya.

Tetapi Randi tak mau ambil pusing dan tetap melaju motornya hingga sampai di tujuan.

Setelah sampai di tujuan, Randi sempat bercerita dengan rekannya yang juga ikut mengantar suami perempuan yang ia bonceng.

Mereka bercerita sembari melajukan motornya masing-masing.

Randi yang saat itu berada di depan rekannnya sesekali menengok spion untuk melihat.

Namun tak disangka, saat ia menengok spion ia melihat ada bayangan putih yang dibonceng oleh rekannya itu.

“Pas saya liat spion, saya liat teman saya lagi boncengin bayangan putih semacam kuntilanak gitu. Akhirnya saya pun nanya teman saya,” ucapnya.

Tanpa pikir panjang, mereka berdua pun melaju kencang motornya hingga keluar dari tempat tersebut.

Bagi Randi, kisah yang dialaminya itu merupakan sebuah pelajaran dan ia juga akan berpikir dua kali ketika disuruh untuk ke lokasi tersebut disaat malam hari lagi.


Peulis: Eko Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten