Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Guna Kejar Target Pendapatan Pajak, Bapenda Kota Palopo Salurkan Kendaraan Operasional Kepada Debt Collector

Penulis
Guna Kejar Target Pendapatan Pajak, Bapenda Kota Palopo Salurkan Kendaraan Operasional Kepada Debt Collector

PALOPO – Badan Penerimaan Pajak Daerah (Bapenda) Kota Palopo menggelar acara pengukuhan dan penyerahan kendaraan operasional kolektor PBB yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. Pos Indonesia.

Acara tersebut digelar pada Rabu siang (08/09/2021) di Ruang Pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo.

Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Palopo, H. M. Judas Amir, Kepala Bapenda, Bank SulSelBar cabang Palopo dan PT. Pos Indonesia serta para camat dan lurah Kota Palopo.

Kepala Bapenda Kota Palopo dalam laporannya menjelaskan bahwa penerimaan pajak hingga dwi semester ini sangat jauh dari target.

“Hingga 2 semester ini, pendapatan pajak hanya menyentuh angka 46,7% dari target. Oleh karena itu, penyerahan kendaraan operasional berupa kendaraan roda dua ini dimaksudkan agar dapat memudahkan dept collector dalam menjalankan tugasnya. Agar target pajak khususnya PBB-P2 dapat dicapai,” ucapnya.

Walikota Palopo, H. M. Judas Amir mengatakan bahwa permasalahan kurangnya pendapatan PBB 99% bergantung pada debt collector.

Selain itu, ia juga membeberkan pengalamannya ketika sukses dalam mengatasi permasalahan ini ketika masih menjadi lurah.

“Ketika saya masih menjadi lurah, saya mendapatkan apresiasi dari Kemendagri karena berhasil mencapai target pajak hingga 100%. Jadi saya harap camat dan lurah dapat terus berusaha untuk memenuhi target,” sambungnya.

Ia juga mengaku bakal memberikan apresiasi atau insentif jika permasahalan ini dapat segera diatasi.

“Jika pendapatan pajak Kota Palopo sudah mencapai target, maka akan kami akan berikan insentif kepada para camat, lurah bahkan debt collector. Karena keberhasilan penagihan pajak ada pada pihak pemerintahan yang langsung bertemu masyarakat, khususnya debt collector yang merupakan faktor terpenting dalam berhasil tidaknya PBB. Sebaliknya, saya juga memohon jika misalnya dalam 3 bulan kedepan masih begini-begini saja maka kami memohon bapak/ibu lurah mundur dari jabatannya,” jelasnya dalam sambutannya. (**/rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten