Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Datangkan Founder Metode Mumtaz, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Gelar Training Of Trainer Penerjemahan Al-Qur’an

Penulis
Datangkan Founder Metode Mumtaz, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Gelar Training Of Trainer Penerjemahan Al-Qur’an
Sambutan oleh Salah Satu Founder Metode Mumtaz Dr. Alimin Mesra (Foto: Dok. HMPS IAT IAIN Palopo)

PALOPO – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Palopo sukses menggelar “Training Of Trainer Penerjemahan Al-Qur’an dengan Metode Mumtaz”.

Pelatihan ini bertempat di Aula FUAD IAIN Palopo pada Selasa hingga Kamis (14-16/9/2021).

Tak tanggung-tanggung Program Studi IAT langsung mendatangkan founder metode Mumtaz yaitu Dr. Alimin Mesra dan Dr. Saifuddin Said.

Para peserta pelatihan sendiri didominasi oleh mahasiswa program studi IAT semester 7 dan 5.

Ketua Prodi IAT sekaligus ketua panitia, Dr. H. Rukman AR Said mengaku terkesan dengan kedua pemateri yang menyempatkan diri hadir di Palopo.

“Kami sangat berterima kasih kepada narasumber yang luar biasa ini, karena disela-sela kesibukannya bisa menyempatkan diri datang langsung ke Palopo”, tutur beliau dalam sambutannya.

Selain itu, beliau berharap agar mahasiswa IAT tak lagi keliru dalam menerjemahkan al-Qur’an.

Sementara itu, Dr. Alimin Mesra dalam sambutannya mengaku bahwa metode Mumtaz ini lahir akibat kegelisahan beliau terhadap penguasaan Bahasa Arab.

“Banyangkan kita belajar Bahasa Arab dari Madrasah Ibtidayyah hingga ranah kampus. Akan tetapi kita belum bisa berkomunikasi dengan bahasa ini. Olehnya saya bersama Pak Saifuddin berinisiasi untuk menciptakan metode baru yang efektif dan menyenangkan”, tutur salah satu founder metode Mumtaz tersebut.

Nur Halima Aini yang merupakan salah satu peserta mengaku banyak mendapatkan hal yang luar biasa selama mengikuti pelatihan.

“Saya mendapatkan banyak sekali hal yang baru setelah mengikuti pelatihan ini. Bahasa Arab yang di mindset kita itu sulit, sulit dan sulit dibuat mudah dan menyenangkan dengan metode Mumtaz ini. Kita juga mendapat dasar-dasar penerjemahan al-Qur’an dari narasumber”, kata mahasiswa IAT semester 5 tersebut. (rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten