Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Lifestyle

Benarkah Takut Virus Corona Syirik? Ini Penjelasannya

Benarkah Takut Virus Corona Syirik? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Takut Virus (Foto: Golantang.bkkbn.go.id)

PALOPOMEDIA.COM – Pandemi COVID-19 saat ini masih belum berakhir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Virus yang ditemukan pertama kali pada akhir 2019, ini membuat kegaduhan dan keresahan dunia.

Selain mengakibatkan jutaan nyawa melayang, COVID-19 juga mengakibatkan keadaan ekonomi memburuk.

Dalam Islam sendiri wabah serupa juga pernah terjadi, seseorang harus menjaga jarak atau tetap di rumah agar tidak tertular.

Kehadiran virus juga menimbulkan perbedaan pendapat di berbagai kalangan.

Tentu sering terdengar ucapan “Tidak usah takut Corona, takut itu sama Allah”.

Banyak yang bahkan menyebut takut kepada virus merupakan bentuk kesyirikan.

Dalam al-Qur’an sendiri kata “takut” disebut dengan dua variasi kata yaitu “al-khauf” (الخوف) dan “al-khasya” (الخشي).

Kedua kata ini sendiri digunakan pada tempat berbeda, kata “al-khasya” digunakan untuk ketakutan kepada Sang Pencipta, Allah SWT berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah/2:74)

Sementara itu, kata “al-khauf” digunakan untuk menyebut ketakutan manusia terhadap makhluk-Nya.

وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ

Artinya: Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku”. (As-Syuara/26/14)

Baca Juga  Usai Alami Gangguan Jaringan, Layanan Telkom Group Berangsur Normal: Ini Tiga Upaya yang Dilakukan

Oleh karena itu, terdapat perbedaan dalam kata takut itu sendiri, ada yang bermakna takut dalam arti menjauhinya (takut kepada makhluk).

Sementara itu takut (al-khasya) berarti takut kepada Sang Pencipta yaitu dengan jalan semakin mendekat kepada-Nya.

Kesimpulannya, takut kepada virus yang termasuk mahkluk adalah sebuah hal yang wajar dan bukanlah bentuk kesyirikan.(*/mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten