Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
News

Aksi Kamisan Luwuk Tuntut Institusi Hukum untuk Bersifat Profesional dalam Tangani Dugaan Kasus Kekerasan yang Dialami 4 Santriwati

Editor
Aksi Kamisan Luwuk Tuntut Institusi Hukum untuk Bersifat Profesional dalam Tangani Dugaan Kasus Kekerasan yang Dialami 4 Santriwati
Aksi Kamisan Luwuk (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Palopo Media, Luwuk – Aksi Kamisan Luwuk menuntut institusi hukum untuk bersifat profesional dalam menangani dugaan kasus kekerasan terhadap empat santriwati di pondok pesantren (ponpes) di wilayah Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Sulawesi Tengah.

Aksi Kamisan Luwuk ini dilaksanakan di kantor Kejaksaan Negeri Banggai (06/01/2022).

Dimana, dalam aksi kamisan itu, pihak Kejaksaan Negeri Banggai didesak untuk menghukum seberat-beratnya pimpinan ponpes yang diduga melakukan aksi kekerasan itu.

“Ini merupakan salah satu deretan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Banggai, khususnya terhadap perempuan dan anak,” tutur Kordinator Lapangan Moh. Sugianto Adjadar.

Tak hanya itu, pihak pemerintah daerah Kabupaten Banggai juga diminta untuk mengambil sikap tegas terkait dugaan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi.

“Kita telah telah menyurati dan mendatangi DPRD Banggai untuk bisa menghering kasus ini,” kata Gogo, sapaan akrabnya.

“Jangan sampai ini menjadi fenomena gunung es. Fakta kami di lapangan banyak kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi di lingkungan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, Gogo juga mengatakan bahwa instansi terkait dan Bupati Banggai pun harus bertanggung jawab terhadap kasus yang menimpa empat santriwati tersebut.

“Kepala kantor Kementrian Agama Banggai juga harus segera mengevaluasi dan mencabut izin operasional ponpes yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak,” katanya.

“Bupati Banggai juga harus segera memberikan perlindungan kepada korban (Pendampingan psikiater, jaminan kesehatan dan sekolah baru yang lebih baik),” tambah mantan ketua LMND Banggai ini.

Untuk diketahui, kasus dugaan kekerasan terhadap empat santriwati di salah satu ponpes yang ada di Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Sulawesi Tengah itu awalnya terungkap saat salah satu santriwati mengalami robek pada gendang telinga.

Baca Juga  Antara Surat Edaran Disdik Palopo, UUD 1945, Alinea Keempat Pembukaan UUD dan Serba Serbi PTM Terbatas Versi Kemendikbud, Mana yang Jadi Acuan?

Hingga kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Saat ini, kasus dugaan kekerasan yang dilakukan salah satu pimpinan ponpes itu telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Banggai. (***)


Editor: Eko Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten