Palopo Media

Media Informasi Terkini

URL Berhasil Disalin
Lifestyle

Lebih Berbahayakah Rokok Mentol Dibanding Rokok Biasa? Ini Hasil Penelitiannya

Editor
Lebih Berbahayakah Rokok Mentol Dibanding Rokok Biasa? Ini Hasil Penelitiannya
Ilustrasi rokok mentol (Foto: minanews.com)

PALOPOMEDIA.COM – Rokok mentol dianggap dapat menyebabkan masalah paru-paru yang lebih parah dibanding rokok biasa.

Para peneliti menduga mentol memiliki efek anestesi pada saluran udara sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi penyakit paru-paru pada perokok.

“Kami terkejut bahwa perokok mentol bisa lebih buruk dibandingkan dengan perokok non-mentol,” ujar Marilyn Foreman dari Morehouse School of Medicine di Atlanta, seperti yang dikutip palopomedia.com dari kompas.com, Kamis (02/09/2021).

Meskipun begitu, rokok mentol justru lebih digemari oleh beberapa orang, terutama kaum muda.

Peneliti Kanada menemukan, orang muda yang memilih rokok mentol berjumlah hampir dua kali lipat dari rokok biasa.

Salah satu penggemar rokok mentol di Kota Palopo, Leo mengungkapkan bahwa dirinya lebih menyukai rokok mentol karena sensasi dingin di mulut dan terasa tidak terlalu keras seperti rokok biasa.

“Kalau rokok mentol tidak terlalu keras saat ditarik, beda dengan rokok biasa. Rokok mentol juga punya sensasi dingin di mulut,” ucapnya.

Hasil Peneliti Kanada

Ilustrasi rokok mentol (Foto: slidegossip.com)

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Kanada, perokok mentol dinilai lebih sulit untuk berniat berhenti merokok.

Dilansir dari kompas.com, Foreman dan rekan-rekannya meneliti 3.758 perokok mentol dan 1.941 perokok biasa.

Mereka berusia 45 hingga 80 tahun dan merokok sedikitnya 10 bungkus per tahun.

Para perokok mentol kebanyakan seorang perempuan muda dan berkulit hitam.

Pada tahap awal penelitian, para perokok mentol tidak tampak menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Mereka juga cenderung tidak mengalami batuk kronis, berlendir, dan menggunakan obat-obatan untuk membantu pernapasan.

Pada penelitian selama 18 bulan, perokok mentol dan non-mentol memiliki frekuensi yang sama terhadap PPOK.

Namun, perokok mentol mengalami eksaserbasi lebih parah, yaitu 0,22 persen tahun, dibandingkan perokok biasa, yaitu 0,18 persen per tahun.

Saat dites berjalan selama enam menit, para perokok mentol juga lebih buruk dibanding perokok biasa.

Mereka juga merasa lebih sesak napas. Perokok mentol berisiko 29 persen lebih tinggi mengalami eksaserbasi penyakit paru-paru yang parah. (eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten